Sabtu, 23 November 2013

Tips Membedakan Converse Original dan Fake

Converse Fake yang beredar di Indonesia biasanya adalah model CT Basic/Classic. Apalagi sekarang ini geng, banyak banget seller-seller nakal yang jual Fake tapi ngakunya jual Ori. Waduh! Kan sayang juga kalo kita ketipu, udah ngeluarin uang ratusan ribu, eh dapetnya Fake juga!
Okew! Kali ini kami akan membagi beberapa tips untuk membedakan antara Converse CT Bassic/Classic Original dan Fake. Namun ini hanya secara garis besarnya saja.
Yang paling sangat mendasar dari untuk melihat antara Fake dan Ori ada 3 aspek. Yaitu dari Tag, Insole dan Heel Patch.

1. Insole
Converse yang ori begini penampakan Insolenya:

Pokoknya kalo insole Converse CT Bassic/Classic ga kaya gambar di atas, udah di pastikan itu Fake atau palsu.
begini deh contoh insole yang Fake:
2. Heel Patch
Heel Patch tu logo/tulisan Converse All Star yang ada di bagian belakang sepatu. Kalo yang original itu gambarnya penuh alias ngga cacat. Begini deh penampakannya yang ori:
Kalo yang Fake itu pasti heel patchnya ada yang cacat. Alias ngga penuh. Begini deh contohnya:
3. Tag Size
Pada tag size Converse emang agak rumit, ngga kaya Vans. Gambar di atas adalah contoh Converse made in Indonesia. Kode pabriknya 6x. Oia, Converse itu sama kaya Vans juga loh, punya kode produksi yang menandakan dimana Converse itu di buat.
Indonesia mempunya dua pabrik, di Tangerang yang berkode 6x, dan di Sukabumi mempunyai kode 6y. Cari deh gambar di atas yang ada tulisan 6x-nya.
Dan tidak hanya di Indonesia, untuk pabrik Converse di Asia ada di China dan Vietnam. Untuk kode China ada 7B, 7D & 8E. Dan Converse dari Vietnam mempunyai kode: 9D, 9K & 9Z.
Coba kalian perhatikan angka GYS1D4R400653 dan M64NDCPC00620. Itu sepasang sepatu, yang Original justru berbeda, kalo sama berati Fake gan!




★★★ 5 Sneakers CONVERSE Termahal di MUKA BUMI ★★★

1. Michael Jordan X Converse
Converse paling mahal di muka bumi. Diproduksi hanya 30 pasang di dunia. 27 pasang yang dijual bebas. Dirilis tahun 2012 serta lengkap dengan tanda tangan Michael Jordan. Harganya jika masih ada yang dijual bebas, sekitar Rp 70.000.000,-
2. Converse The Winner Made In USA
Sepatu mahal ini dijual tahun 1976. Diperkirakan mahal karena langka dan dibuat tahun 70-an. Harganya saat ini adalah Rp 13.000.000,-
3. Converse Lou Brock
Sama seperti sepatu diatas, dijual mahal karena langka dan dibuat tahun 1974. Harganya sekitar Rp 11.000.000,-
4. Converse Jack Star
Harganya mencapai Rp 9.000.000,- 
5. Givenchy X Converse Addict Black Leopard
Pertama kali dirilis, harganya hanya Rp 3.000.000,-, namun karena lamgka, sekarang menjadi Rp 7.000.000,- 
 

CARA MEMBERSIHKAN SNEAKERSNYA PARA "VANSHEAD"

Buat anda penggila sneakers bermerk "Vans", disini saya akan mempostingkan bagaimana cara membersihkan sneakers vans nya para "vanshead"

A. Apa Yang Dibutuhkan?
Untuk membersihkan sepatu sneakers, siapkan alat dan bahan berikut ini:
1. Sikat gigi yang tidak lagi terpakai.
2. Sabun (deterjen bubuk. Namun akan lebuh baik bila menggunakan deterjen cair).
3. Sabun khusus untuk sepatu kain (alternatif).
4. Sikat sepatu (jangan gunakan sikat kain biasa, karena bulu sikat kain biasanya jauh lebih keras dan kaku).
5. Baking soda.
6. Kertas bekas.
7. Semir sepatu.

B. Step By Step.
1. Jika sepatu Anda sangat kotor atau berlumpur, tunggu sampai kotorannya kering lalu tepuk kedua sol sepatu hingga kotorannya terjatuh atau bila hanya sedikit bagiannya yang kotor, gunakan sikat gigi yang sedikit dibasahi untuk menggosok bagian yang kotor dan jangan lupa buka tali sepatunya.

2. Cuci sepatu dengan air yang hangat, gosok perlahan bagian dalam dan luar sepatu. Sikat dengan sikat gigi bagian dalam yang tak terjangkau tangan. Oleskan deterjen ke bagian yang sangat kotor. Jika kotorannya membandel, gunakan baking soda. Lalu bilas sepatu dengan air biasa (air dingin).

3. Kebanyakan orang memilih untuk mencuci sepatu sneakers dengan menggunakan mesin cuci karena menganggapnya lebih bersih dan praktis. Padahal di petunjuk penggunaan sepatu, sepatu tidak boleh dicuci dengan menggunakan mesin karena beresiko sol sepatu akan terlepas. Jadi, tidak disarankan untuk Anda mencuci sepatu Anda dengan menggunakan mesin cuci.

4. Jika Anda mencuci sepatu berwarna, pastikan deterjen atau sabun yang Anda gunakan tidak mengandung pemutih atau bleaching. Lakukan tes sabun dengan mengoleskannya di bagian tertentu terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sabun yang Anda gunakan akan membuat warnanya luntur atau tidak.

5. Gunakan cairan atau krim khusus kulit jika sepatu sneakers Anda juga memiliki beberapa bagian yang terbuat dari kulit.

6. Setelah sepatu selesai dicuci, peras sedikit sepatu dengan cara memutarnya agar air yang tersisa tak terlalu banyak. Lalu gantung sepatu secara terbalik. Jangan menjemurnya di bawah terik matahari yang sangat menyengat karena akan merusak sepatu.

7. Agar sepatu cepat kering, remas kertas atau koran bekas lalu masukkan ke dalam sepatu. Sebagiannya lagi digunakan bungkus sepatu jika Anda ingin menjemurnya di bawah sinar matahari. Note: jangan gunakan koran untuk membungkus kain putih karena tinta koran akan luntur, gunakan kertas bekas biasa.

8. Setelah kering, semprotkan semir sepatu agar sepatu lebih awet. Note: Sebaiknya gunakan semir sepatu yang semprot untuk sepatu kain atau kanvas. Semir sepatu yang berbentuk pasta atau krim akan menimbulkan gumpalan dan susah untuk diratakan.

Jumat, 22 November 2013

5 Must-Have Sneakers for Every Collection

Pada dasarnya sih, ikutan trend atau bukan, mungkin semua orang itu pasti pernah punya sneakers. Mulai dari Nike, Adidas, New Balance, sampai si ikonik Converse atau "cuma sekedar" Fila atau Airwalk. Original atau KW, kita abaikan dulu. Banyak majalah dan blog yang memberikan panduan bagi kita untuk memadukan apa yang "bisa" kita pakai. Tapi, "memainkan gaya" itu ga segampang apa yang ditampilin pada media-media tersebut. Dengan ini, ane coba berikan beberapa panduan bagi agan-agan yang memang berniat atau sudah mulai mengoleksi sneakers. Oke deh, langsung ane mulai aja, gan.
1. The Basics
Beberapa style yang sederhana emang gak pernah ketinggalan jaman. Warna classic white di Nike Air Force 1putih memang gak pernah dimakan waktu. Silahkan ikutin trend kalo agan mampu, tapi seenggaknya agan perlu punya si "basic" yang satu ini.
Alternatif: Adidas Superstar, Reebok Workout
2.Future Classics
Walaupun kita perlu punya sneakers yang dianggap klasik di line-up koleksi kita, ga ada salahnya untuk mengoleksi model baru dengan retro-looks. Memang sulit untuk mengatakannya, tapi Nike Free Run+ 2 harus menjadi salah satu di antara koleksi kita... dan bukan hanya sepatu itu aja.
Alternatif: Nike Zoom Vapor Tour 9, Air Jordan 2011
3. Respect The Originators
Converse All Star hampir selalu ada menutupi kaki setiap orang, bahkan hingga kaki para multi-milyuner. Harga yang murah dibandingkan sepatu lainnya, membuat sepatu ini mustahil untuk dilewatkan sebagai koleksi.Colorways hitam dan putih telah mewarnai Amerika Serikat selama hampir 100 tahun.
Alternatif: Pro-Keds Royal, PF Flyers Center

4. Born In The USA
Gak mungkin cuma sebut satu seri New Balance aja yang perlu agan miliki meskipun 1300 classic steel greybisa menjadi permulaan yang bagus untuk koleksi NB agan. Brand ini menciptakan style dan kenyamanan pada level yang baru. Kalau 1300 bukan style yang agan cari (yang bener aja, gan!), masih ada pilihan lain seperti 574 atau 993, atau NB klasik buatan Amerika lainnya seperti 990 atau 998.

Alternatif: New Balance 574, New Balance 998

5. Skate Essentials
Udah bukan suatu hal yang aneh kalo hampir setiap kolektor punya sepatu skate sebagai salah satu dari "amunisi" mereka. Biasanya, sepatu yang dimiliki adalah Vans Era atau sepatu yang lebih modern macem Supra Skytop II. Selalu ada sepatu skate bagi setiap orang, baik dia memiliki papan skate atau enggak.


Alternatif: Nike SB Stefan Janoski, Supra Skytop II


Sejarah Sneakers

Perjalanan sneakers hingga menjadi most wanted shoes juga mempunyai sejarah yang panjang. Mari kita flashback bagaimana sneakers eksis seperti sekarang ini.

1800s
Pertama kali muncul, nama dari sepatu jenis ini bukanlah sneakers, melainkan sepatu karet yang bernama Plimsolls. Pada masa ini Plimsolls adalah sepatu yang didesain untuk beach wear. 

1892
Sebuah perusahaan sepatu karet, Goodyear, menciptakan suatu proses pembuatan sepatu baru dengan mencampur bahan dasar karet dengan kanvas. Hasilnya sepatu bermerk Keds muncul di pasaran.

1908
Converse ikut meramaikan bisnis footwear. Perusahaan milik Marquis M.Converse ini langsung menjadi booming dengan kemunculannya pada banyak pertandingan basket di luar sana. Tak mengherankan sneakers dari Converse lalu menjadi American Icon. 

1920
Adi Dassler, pemilik bisnis sportswear dari Jerman tak lama kemudian membuat training shoes buatan tangan. Perusahaan itu kemudian terkenal dengan nama Adidas.

1923
Converse All Star menjadi raja dalam dunia sneakers setelah pemain basket Chuck Taylor memilih sepatu itu untuknya bertanding. Dengan sedikit re-style dan promosi ke berbagai sekolah dan kampus-kampus, Chuck Taylor All Star menjadi must-have shoes untuk hampir semua pemain basket, remaja, hingga cultural rebels selama lebih dari 50 tahun. Sepatu ini juga mempunyai nicknames yang bermacam-macam dari Chucks, Cons, dan Connies. Percaya atau tidak, Chuck Taylor All Star adalah sepatu paling terkenal dalam sejarah, telah terjual sebanyak 744 juta di 144 negara.

1948
Rudolf Dassler membuat Puma Schuhfabrik. Dunia pun dikenalkan dengan Puma Atom Shoe yang saat itu dikenakan tim jerman barat dalam pertandingan sepakbola intenasional yang diadakan untuk pertama kalinya.

1950
Sneakers menjadi lambang dari rebellion (jiwa pemberontak) dan menjadi sepatu favorit para remaja saat ini. Hampir semua pelajar memakai sepatu jenis sneakers, mungkin selain gaya, sepatu ini juga gamapang dibeli karena dijual denga harga yang tidak menguras dompet. Di Amerika, contohnya, para pemandu sorak akan memakai sweater, rok mini, dan kaos kaki lengkap dengan sneakers kanvas keluaran Keds. Sneakers pertama menjadi fashion statement saat James Dean memakainya dengan Levi’s Jeans dalam set film “Rebel without a Cause”. 

1962
Phil Knight, atlet lari dari University of Portland, dan pelatihnya, Bill Bowerman, menciptakan sepatu atletik dengan biaya murah dan teknologi tinggi bernama Blue Ribbon Sports. Tahun 1968, nama BRS berubah menjadi Nike, yang sampai saat ini juga telah menjadi salah satu merk sneakers nomor satu di dunia. Nike diambil dari nama dewa kemenangan di Yunani.

1982
Nike merilis sepatu The Air Force One (AF1) dengan dua versi, low-mid dan high-top. Dengan desain yang sederhana tapi berkelas, sepatu ini bertahan menjadi favorit selama dua dekade lebih. Tetap saja, juaranya adalah all-white AF1. Pada 1985 pemain basket Chicago Bulls, Michael Jordan, menjadi pemain yang diendorse oleh Nike. The result? Semua pasti tahu sepatu Nike bertajuk Air Jordan yang fenomenal itu.

1990-…Today
Pada tahun-tahun ini Sneakers semakin digandrungi semua orang di belahan dunia. Celebrity endorsement semakin marak, dan bermunculan sneakers limited edition yang diburu para kolektor dan pecinta sepatu ini. Contohnya saja Nike yang kembali mengeluarkan Air Jordan edisi retro dan terus mengembangkan berbagai sneakers seperti Nike Air Max, Air Cross Trainers, dan Nike Shox yang fenomenal. Nike bahkan menciptakan Bauer Nike Hockey, sepatu berkualitas tinggi khusus bagi para pemain olahraga hoki. Sayangnya Desember 1999, salah satu penemu Nike, Bill Bowerman, meninggal dunia.

Pada masa ini, Converse kembali mempresentasikan seri Chuck Taylor dan Jack Purcell yang terkenal di kalangan pecinta old-fashion. Kalangan selebritis Hollywood seperti musisi, rapper, dan movie stars juga turut andil menjadikan sepasang sepatu sneakers sebuah budaya yang bertahan hingga sekarang.

Sneakers Sub-Cultures
Arena olahraga basket memang diakui sebagai tempat lahir dan berkembangnya budaya memakai sneakers ini, tapi disamping itu, para hip-hoppers atau pemain skateboard juga ikut meramaikan kejayaan sneakers.

Sneakers in Skateboarding
Di wilayah ghetto, New York City, selain basket, skateboarding juga menjadi olahraga alternatif yang berkontribusi besar dalam budaya sneakers. Extreme sport satu ini muncul sekitar tahun 60an di tengah lingkungan urban. Tahun 1980, Nike menjadi sepatu andalan para skater, terutama Nike Dunk yang popular karena stabilitasnya cocok bagi para skater untuk performance mereka. Menanggapi hal itu, Nike SB Dunk pun diciptakan. SB sendiri adalah singkatan dari Skate Boarding. Dengan modifikasi sedemikian rupa, berdasarkan Nike Air Jordan 1, maka Nike SB siap tampil menemani para skater.

Namun, Nike bukan satu-satunya sneakers yang digilai para skater. Sneakers nomor satu adalah keluaran Zoo York. Zoo York Clothing muncul pada akhir 1970an atas ide dari grup artis grafiti dan skater bernama “Soul Artists of Zoo York”. Dengan desain street wear-nya yang kental Zoo York menjadi brand yang disukai kalangan underground.

Sneakers in Hip-hop Music Scene
Hip-hop adalah suatu movement budaya dan musik atas inisiatif para warga Afrika-Amerika dan Latin-Amerika di NYC pada tahun 1970an. Hip-hop merupakan kombinasi dari musik R and B, rap, DJ, break-dancing, dan seni seperti grafiti. Baru pada 80an, hip-hop menjadi suatu fashion attitude dengan atribut seperti oversized T-shirts, celana longgar, dan tentunya, Sneakers. Kepopuleran sneakers juga didorong oleh musisi legendaris pada zaman itu, seperti Run DMC, dengan Adidas Superstar-nya. Bahkan DMC sempat membuat lagu bertajuk “My Adidas”.

Sneakers in Punk Rock and Britpop
Selain hip hop, budaya sneakers juga ikut dibawa oleh musisi yang kebanyakan dari British music scene. Para anggota band berlomba-lomba menampilkan gaya fashion teranyar mereka dengan atribut yang seru. Misalnya sebuah band bernama Anthrax, yang merilis album dengan cover personilnya mengenakan Adidas Superstar. Tapi grup band The Ramones lah yang membuat tren sneakers semakin menjadi-jadi. Band inilah yang membuat musik punk menanjak di blantika musik dunia. Kostum mereka pun juga simbolis dengan jaket kulit hitam, celana jeans robek-robek, potongan rambut shaggy-bowl, dan berbagai merk sneakers dari Converse sampai Reebok yang selalu nempel di kaki mereka.

Converse menjadi merk sneakers yang paling dicari-cari saat mendiang Kurt Cobain ketahuan memakai sneakers Converse hitam bahkan hingga saat ia ditemukan meninggal. Sebagai legenda musik alternative rock, maka kepopuleran Cobain tentunya diikuti dengan kepopuleran atribut yang dipakainya termasuk sneakers andalannya. Tahun 90an, Beastie Boys mempopulerkan sneakers dalam dunia musik mereka yang merupakan kombinasi berbagai elemen seperti hip-hop, skateboarding, dan musik rock. Untuk mencerminkan musik yang diusungnya, maka trio Beastie Boys menggabungkan antara athletic wear, dengan topi baseball, dan sneakers dari Nike, Puma, atau Adidas. Semenjak itu, berbagai band lain pun menjadikan sneakers sebagai kostum wajib. Sebut saja Limp Bizkit, Rage against the Machine, Riverboat Gamblers, Oasis, Blur, Mansun, dan Coldplay.