Jumat, 22 November 2013

Sejarah Sneakers

Perjalanan sneakers hingga menjadi most wanted shoes juga mempunyai sejarah yang panjang. Mari kita flashback bagaimana sneakers eksis seperti sekarang ini.

1800s
Pertama kali muncul, nama dari sepatu jenis ini bukanlah sneakers, melainkan sepatu karet yang bernama Plimsolls. Pada masa ini Plimsolls adalah sepatu yang didesain untuk beach wear. 

1892
Sebuah perusahaan sepatu karet, Goodyear, menciptakan suatu proses pembuatan sepatu baru dengan mencampur bahan dasar karet dengan kanvas. Hasilnya sepatu bermerk Keds muncul di pasaran.

1908
Converse ikut meramaikan bisnis footwear. Perusahaan milik Marquis M.Converse ini langsung menjadi booming dengan kemunculannya pada banyak pertandingan basket di luar sana. Tak mengherankan sneakers dari Converse lalu menjadi American Icon. 

1920
Adi Dassler, pemilik bisnis sportswear dari Jerman tak lama kemudian membuat training shoes buatan tangan. Perusahaan itu kemudian terkenal dengan nama Adidas.

1923
Converse All Star menjadi raja dalam dunia sneakers setelah pemain basket Chuck Taylor memilih sepatu itu untuknya bertanding. Dengan sedikit re-style dan promosi ke berbagai sekolah dan kampus-kampus, Chuck Taylor All Star menjadi must-have shoes untuk hampir semua pemain basket, remaja, hingga cultural rebels selama lebih dari 50 tahun. Sepatu ini juga mempunyai nicknames yang bermacam-macam dari Chucks, Cons, dan Connies. Percaya atau tidak, Chuck Taylor All Star adalah sepatu paling terkenal dalam sejarah, telah terjual sebanyak 744 juta di 144 negara.

1948
Rudolf Dassler membuat Puma Schuhfabrik. Dunia pun dikenalkan dengan Puma Atom Shoe yang saat itu dikenakan tim jerman barat dalam pertandingan sepakbola intenasional yang diadakan untuk pertama kalinya.

1950
Sneakers menjadi lambang dari rebellion (jiwa pemberontak) dan menjadi sepatu favorit para remaja saat ini. Hampir semua pelajar memakai sepatu jenis sneakers, mungkin selain gaya, sepatu ini juga gamapang dibeli karena dijual denga harga yang tidak menguras dompet. Di Amerika, contohnya, para pemandu sorak akan memakai sweater, rok mini, dan kaos kaki lengkap dengan sneakers kanvas keluaran Keds. Sneakers pertama menjadi fashion statement saat James Dean memakainya dengan Levi’s Jeans dalam set film “Rebel without a Cause”. 

1962
Phil Knight, atlet lari dari University of Portland, dan pelatihnya, Bill Bowerman, menciptakan sepatu atletik dengan biaya murah dan teknologi tinggi bernama Blue Ribbon Sports. Tahun 1968, nama BRS berubah menjadi Nike, yang sampai saat ini juga telah menjadi salah satu merk sneakers nomor satu di dunia. Nike diambil dari nama dewa kemenangan di Yunani.

1982
Nike merilis sepatu The Air Force One (AF1) dengan dua versi, low-mid dan high-top. Dengan desain yang sederhana tapi berkelas, sepatu ini bertahan menjadi favorit selama dua dekade lebih. Tetap saja, juaranya adalah all-white AF1. Pada 1985 pemain basket Chicago Bulls, Michael Jordan, menjadi pemain yang diendorse oleh Nike. The result? Semua pasti tahu sepatu Nike bertajuk Air Jordan yang fenomenal itu.

1990-…Today
Pada tahun-tahun ini Sneakers semakin digandrungi semua orang di belahan dunia. Celebrity endorsement semakin marak, dan bermunculan sneakers limited edition yang diburu para kolektor dan pecinta sepatu ini. Contohnya saja Nike yang kembali mengeluarkan Air Jordan edisi retro dan terus mengembangkan berbagai sneakers seperti Nike Air Max, Air Cross Trainers, dan Nike Shox yang fenomenal. Nike bahkan menciptakan Bauer Nike Hockey, sepatu berkualitas tinggi khusus bagi para pemain olahraga hoki. Sayangnya Desember 1999, salah satu penemu Nike, Bill Bowerman, meninggal dunia.

Pada masa ini, Converse kembali mempresentasikan seri Chuck Taylor dan Jack Purcell yang terkenal di kalangan pecinta old-fashion. Kalangan selebritis Hollywood seperti musisi, rapper, dan movie stars juga turut andil menjadikan sepasang sepatu sneakers sebuah budaya yang bertahan hingga sekarang.

Sneakers Sub-Cultures
Arena olahraga basket memang diakui sebagai tempat lahir dan berkembangnya budaya memakai sneakers ini, tapi disamping itu, para hip-hoppers atau pemain skateboard juga ikut meramaikan kejayaan sneakers.

Sneakers in Skateboarding
Di wilayah ghetto, New York City, selain basket, skateboarding juga menjadi olahraga alternatif yang berkontribusi besar dalam budaya sneakers. Extreme sport satu ini muncul sekitar tahun 60an di tengah lingkungan urban. Tahun 1980, Nike menjadi sepatu andalan para skater, terutama Nike Dunk yang popular karena stabilitasnya cocok bagi para skater untuk performance mereka. Menanggapi hal itu, Nike SB Dunk pun diciptakan. SB sendiri adalah singkatan dari Skate Boarding. Dengan modifikasi sedemikian rupa, berdasarkan Nike Air Jordan 1, maka Nike SB siap tampil menemani para skater.

Namun, Nike bukan satu-satunya sneakers yang digilai para skater. Sneakers nomor satu adalah keluaran Zoo York. Zoo York Clothing muncul pada akhir 1970an atas ide dari grup artis grafiti dan skater bernama “Soul Artists of Zoo York”. Dengan desain street wear-nya yang kental Zoo York menjadi brand yang disukai kalangan underground.

Sneakers in Hip-hop Music Scene
Hip-hop adalah suatu movement budaya dan musik atas inisiatif para warga Afrika-Amerika dan Latin-Amerika di NYC pada tahun 1970an. Hip-hop merupakan kombinasi dari musik R and B, rap, DJ, break-dancing, dan seni seperti grafiti. Baru pada 80an, hip-hop menjadi suatu fashion attitude dengan atribut seperti oversized T-shirts, celana longgar, dan tentunya, Sneakers. Kepopuleran sneakers juga didorong oleh musisi legendaris pada zaman itu, seperti Run DMC, dengan Adidas Superstar-nya. Bahkan DMC sempat membuat lagu bertajuk “My Adidas”.

Sneakers in Punk Rock and Britpop
Selain hip hop, budaya sneakers juga ikut dibawa oleh musisi yang kebanyakan dari British music scene. Para anggota band berlomba-lomba menampilkan gaya fashion teranyar mereka dengan atribut yang seru. Misalnya sebuah band bernama Anthrax, yang merilis album dengan cover personilnya mengenakan Adidas Superstar. Tapi grup band The Ramones lah yang membuat tren sneakers semakin menjadi-jadi. Band inilah yang membuat musik punk menanjak di blantika musik dunia. Kostum mereka pun juga simbolis dengan jaket kulit hitam, celana jeans robek-robek, potongan rambut shaggy-bowl, dan berbagai merk sneakers dari Converse sampai Reebok yang selalu nempel di kaki mereka.

Converse menjadi merk sneakers yang paling dicari-cari saat mendiang Kurt Cobain ketahuan memakai sneakers Converse hitam bahkan hingga saat ia ditemukan meninggal. Sebagai legenda musik alternative rock, maka kepopuleran Cobain tentunya diikuti dengan kepopuleran atribut yang dipakainya termasuk sneakers andalannya. Tahun 90an, Beastie Boys mempopulerkan sneakers dalam dunia musik mereka yang merupakan kombinasi berbagai elemen seperti hip-hop, skateboarding, dan musik rock. Untuk mencerminkan musik yang diusungnya, maka trio Beastie Boys menggabungkan antara athletic wear, dengan topi baseball, dan sneakers dari Nike, Puma, atau Adidas. Semenjak itu, berbagai band lain pun menjadikan sneakers sebagai kostum wajib. Sebut saja Limp Bizkit, Rage against the Machine, Riverboat Gamblers, Oasis, Blur, Mansun, dan Coldplay.

Tidak ada komentar: